Indonesia Kecam Serangan Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Indonesia mengecam keras serangan Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, hukum humaniter internasional, dan hak asasi manusia.

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) melalui akun resmi di X, yang dulu dikenal sebagai Twitter, pada Selasa, 20 Mei 2025 mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas guna menegakkan hukum internasional dan menghentikan apa yang disebut sebagai kekejaman Israel di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, Indonesia juga menegaskan bahwa serangan yang terus dilakukan Israel di seluruh Jalur Gaza, termasuk terhadap fasilitas kesehatan milik Indonesia, tidak dapat dibenarkan dan memerlukan respons internasional yang segera.

Indonesia menekankan pentingnya gencatan senjata permanen dan pemberian akses seluas-luasnya bagi bantuan kemanusiaan yang harus segera diwujudkan untuk meringankan penderitaan warga sipil Palestina di Gaza yang terkena dampak konflik.

Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dr. Marwan al-Sultan pada Ahad lalu mengatakan pasukan Israel “secara langsung menargetkan” dan mengepung fasilitas tersebut, menjebak sekitar 55 orang di dalamnya

Dalam serangan terbarunya terhadap sistem perawatan kesehatan Gaza yang hancur, Israel sekali lagi menargetkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, kali ini dengan drone, sementara pasukannya juga melakukan serangan darat di utara dan selatan wilayah yang dibombardir.

Pejabat kesehatan mengatakan pada Ahad malam bahwa pertempuran di sekitar Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan “pengepungan” militer Israel memaksa rumah sakit itu ditutup.

Itu adalah fasilitas medis utama di utara setelah serangan udara Israel tahun lalu juga memaksa rumah sakit Kamal Adwan dan Beit Hanoon untuk berhenti menyediakan layanan kesehatan.

“Ada penargetan langsung pada rumah sakit termasuk unit perawatan intensif,” kata direktur Rumah Sakit Indonesia Dr Marwan al-Sultan dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa tidak seorang pun dapat mencapai fasilitas tersebut, yang memiliki sekitar 30 pasien dan 15 staf medis di dalamnya.

Israel telah berulang kali menargetkan rumah sakit selama perang 19 bulan di Gaza. Kelompok hak asasi manusia dan pakar yang didukung PBB menuduh Israel secara sistematis menghancurkan sistem perawatan kesehatan Gaza.

Dengan “penutupan Rumah Sakit Indonesia, semua rumah sakit umum di Provinsi Gaza Utara kini tidak beroperasi lagi”, kata Kementerian Kesehatan Gaza.

Related Posts

Oknum TNI Tembak Mati Pria Mabuk Gegara Bahayakan dan Lukai 2 Warga

Sebuah insiden tragis terjadi melibatkan seorang oknum anggota TNI yang menembak mati seorang pria dalam kondisi mabuk setelah diduga membahayakan warga sekitar dan melukai dua orang. Peristiwa ini memicu perhatian…

Pasutri Viral Bawa Kabur Makanan Bikin Resto di Kemang Rugi Rp 500 Ribu

Jakarta – Kasus pasangan suami istri (pasutri) yang membawa kabur makanan dari sebuah restoran di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, tengah menjadi sorotan publik. Aksi keduanya terekam kamera pengawas dan viral…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *